ILMUAN DNA CIPTAKAN ALIEN

Ilmu pengetahuan manusia saat ini sedang berada di ambang kemajuan yang luar biasa, para ilmuwan mengklaim jika saat ini mereka sudah sangat dekat untuk menciptakan bentuk-bentuk kehidupan baru.

Bentuk kehidupan baru ini dapat dikatakan sebagai alien, karena belum pernah ditemukan sebelumnya. Namun, alien yang dimaksud bukanlah seperti monster seperti film-film Hollywood, bentuk kehidupan baru tersebut lebih menyerupai bakteri. Hal tersebut disampaikan para ilmuwan, setelah mereka melakukan sebuah percobaan untuk memperluas dan merekayasa kode genetik DNA makhluk hidup untuk pertama kalinya.

Para peneliti di Amerika Serikat merekayasa genetik pada mikroba E-coli dengan menambahkan molekul DNA yang tidak biasa, yang ditemukan dalam bakteri. Sepanjang sejarah kehidupan di Bumi, kode kehidupan tiap makhluk hidup telah tercatat pada DNA mereka masing-masing, kode tersebut dikombinasikan dengan empat huruf – G (guanine), T (thymine), C (cytosine) dan A (adenine) yang merupakan molekul yang cocok dengan DNA helix, yang membuat semua makhluk hidup di bumi memiliki kode yang unik antara satu dengan lainnya.

Namun, dalam penelitian untuk menciptakan bentuk kehidupan baru yang dapat disebut alien buatan, para ilmuwan merekayasa kode yang terdapat pada DNA dengan menambahkan dua molekul baru. Para tim ilmuwan yang melakukan penelitian ini menjuluki dua molekul tersebut dengan X dan Y. Selain itu, tim ilmuwan juga mengataka bahwa mereka telah berhasil menciptakan DNA sintetis, sehingga mereka dapat menciptakanbentuk kehidupan baru yang berasal dari protein untuk tujuan pengobatan di masa yang akan datang.

Dilansir Express, Senin (30/1/2017), ilmuwan yang memimpin penelitian ini Dr Romesberg dari Scripps Research Institute in La Jolla, California, Amerika Serikat, mengungkapkan, untuk menciptakan bentuk kehidupan baru dari DNA sintetis, genome pada DNA sintetis harus memiliki kestabilan agar dapat hidup sehingga mampu mempertahankan semua informasi yang terdapat pada DNA.

“Genom harus memiliki kestabilan untuk memiliki skala hidup. Jika nantinya organisme semisintetis akan benar-benar menjadi suatu organisme, maka genom yang dimilikinya harus memiliki kestabilan guna mempertahankan informasi yang terdapat pada DNA-nya,” ucap Dr Romesberg.

Dr Romesberg menjelaskan, manfaat dari penelitian yang dilakukan bersama timnya adalah untuk menemukan obat-obatan jenis baru pada ilmu kedokteran, termasuk dalam bidang nanoteknologi. “Hal ini membawa kita lebih dekat kepada kemajuan biologi, rekayasa DNA yang kita lakukan akan memiliki banyak kegunaan yang menarik di masa yang akan datang, seperti menemukan obat-obatan jenis baru dan mengembangkan nanoteknologi.”

Langkah selanjutnya dari proses penelitian tersebut, seperti yang diungkapkan para peniliti pada sebuah jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, penelitian ini adalah untuk membuktikan bahwa DNA sintetis yang berasal dari bakteri E-coli dapat diubah menjadi molekul RNA yang akhirnya bisa memungkinkan para ilmuwan untuk mengontrol prilaku bakteri di masa yang akan datang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s